Ah …

Bianglala selalu temani keindahannya // anggun dan mempesona // tak sanggup tuk pertemukan dua tepi kelopak mata // serasa ada magnet jika sedetik tatapan tidak untuknya // mematung dan terpaku // tak salah jika ada yang berdesir dalam sanubari // juga tak keliru jika ada rasa dan asa dalam hati // tapi mentari terselimuti mendung // membuat rasa dan asa tak mampu bergumam // bahkan terpendam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − six =