1 Rahasia Bulan Puasa Yang Sedikit Orang Menyadari

By | Last Update March 28, 2019
Rahasia bulan puasa

“Bulan puasa adalah induk atau ibu dari bulan-bulan lainnya, jika anda menjadi orang baik di bulan puasa, maka sudah dipastikan pada bulan lainnya juga baik.

Pun begitu sebaliknya, jika anda menjadi orang buruk dibulan puasa, maka dibulan lainnya juga begitu”

Kalimat tersebut yang sering saya dengar baik itu dari guru-guru saya ataupun dari para da’i yang kebetulan saya
ikut menikmati dakwahnya. 

Namun tahukah anda bahwa saya termasuk salah seorang
dari sekian banyak orang yang tidak gampang percaya dengan perkataan orang lain hehe

Maklumlah mungkin karena saya masih dipengaruhi oleh filusuf yunani yang parmenides yang mengajarkan saya untuk tidak gampang percaya terhadap indra sebelum membuktikannya. Begitulah saya hehe

Nah pada tulisan kali ini, saya menceritakan pengalaman saya tentang rahasia bulan puasa yang mungkin belum banyak orang menyadari.

Satu tahun yang lalu saya pindah tempat dari rumah saya
yaitu madura menuju kota Jember, karena saya ingin melanjutkan jenjang pendidikan saya ke tingkat yang lebih tinggi.

Sejak saat itu saya tinggal di sebuah kontrakan yang tidak begitu jauh dari kampus, meski saya tahu dan juga
sering saya lihat sendiri bahwa pemilik kontrakan yang saya tempati itu sangat jauh sekali dari nilai-nilai spritual,

Namun saya tidak terpengaruh sedikitpun dengan lingkungan yang seperti itu, Bahkan saya hampir setiap pagi melakukan sholat dluha, itu yang saya rasakan awal-awal bulan ada dikontrakan.

Empat bulan berikutnya tepat pada saat smester ganjil
pemilik kontrakan yang saya tempati kena musibah, lantaran usahanya bangkrut dan mempunyai hutang hingga puluhan juta rupiah, sehingga mau tidak mau rumahnya harus
dijual untuk melunasi hutang yang begitu besar itu,

Dan parahnya, musibah itu tidak hanya menimpa pemilik kontrakan tapi juga pada saya dan teman-teman saya yang
sekontrakan.

Dengan dijualnya rumah tersebut maka secara  otomatis saya dan teman-teman saya juga harus pindah tempat.

Masih untung ada sebuah rumah kontrakan yang tidak
ditempati, sehingga dengan melobi pada pemiliknya, maka akhirnya saya dan teman-teman saya bisa menempati rumah tersebut.

Meskipun rumah tersebut bisa dikatakan jauh dari keramaian tapi daripada tidak mendapatkan tempat, mau tidak
mau juga mau kami tempati..

Tiga bulan terasa sangat begitu cepat saya dan teman-teman
saya menempati kontrakan baru tersebut, dan tanpa saya sadari ketika itu bahwa ada yang hilang dari hidup saya

Setelah lama saya merenung akhirnya saya sadar
bahwa sudah tiga bulan ini (semenjak saya menempati kontrakan baru tersebut) saya tidak pernah sekalipun melakukan sholat dluha dan bahkan pada bulan-bulan
selanjutnya.

Yang pertama muncul dari benak dan mulut saya, bahwa yang menyebabkan saya berubah seperti itu adalah tempat kontrakan yang saya tempati,

Kata-kata itu yang sering saya katakan kepada teman-teman saya, meski terkadang teman-teman ada yang tidak percaya.

Tapi memang itulah yang selalu menghantui benak saya,
sehingga saya memutuskan untuk pindah dari kontrakan tersebut.

Bahwa di kontrakan tersebut tidak ada sedikitpun motivasi belajar dan motivasi spritual, sehingga menyebabkan saya berubah drastis seperti itu,

Liburan smester genap tepat pada bulan ramadlan, saya tinggal dirumah sepupu sambil menunggu KRS-an

Pada saat itulah saya mulai merenung kembali tentang perubahan yang terjadi pada saya, hingga akhirnya saya ingat dengan apa yang saya lakukan pada bulan puasa tahun kemaren.

Pada saat itu saya numpang dikontrakan teman untuk mengikuti pelatihan perpustakaan selama enam belas hari, pada saat itulah kesadaran saya muncul, karena jauh dari orang tua dan keluar

Sehingga setiap pagi saya melakukan sholat dluha, akan tetapi setelah saya pulang kerumah saya tidak melakukannya lagi. Itu artinya saya melakukannya hanya setengah bulan saja.

Inilah rahasia bulan ramadlan terdahsyat yang pernah saya alami, karena pada bulan puasa saya melakukan sholat dluha hanya setengah bulan.

Dan secara tidak saya sadari saya melakukan sholat dluha setelah bulan puasa juga setengah tahun, dan setengah tahunnya lagi tidak. Inilah rahasianya.

Akhirnya saya percaya dengan perkataan guru-guru saya diatas karena memang saya sendiri yang membuktikannya.

Semoga tulisan ini bermanfaat!

*Note: Tulisan ini ditulis saat masih kuliah sekitar tahun 2012, dan sudah diedit agar tulisannya lebih renyah untuk dinikmati, tanpa perubahan substansi tulisan

*Note 2: Jika sekiranya bermanfaat, silahkan share sebanyak-banyaknya dengan menekan tombol share di bawah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − thirteen =