Tiru Orang Ini, Insyaallah Anda Bisa Meraih Apapun Yang Anda Impikan

By | Last Update April 13, 2019

Anda punya impian yang hingga detik ini masih belum bisa terwujud? Bukan impiannya yang terlalu tinggi, bukan anda yang tidak bisa meraihnya.

Tapi yang terpenting adalah bagaimana cara anda menjalankannya, bagaimana anda menyikapinya, dan bagaimana anda mewujudkannya.

Tulisan ini adalah cerita tentang teman saya, semoga anda bisa terinspirasi untuk lebih semangat lagi dalam mewujudkan impian anda.

Lanjutkan membaca 😉

Dia itu teman saya, teman seperguruan saya, dia satu kampus dengan saya, dia juga teman satu pondok dengan saya

Tapi meski begitu, jujur saja saya kenalnya dengan dia pas saat di kampus, karena banyaknya santri di pondok, sehingga saya tidak mengenalnya hehe.

Dan satu lagi, dia adik angkatan saya 😉

Jadi ceritanya begini..

Lebih dari sebulan yang lalu, dia ke kontrakan saya (dia sendiri setiap hari ke kontrakan saya hehe)

Dianya bilang kalau dia ingin belajar menulis, dia ingin menjadi penulis, karena katanya sesuai dengan jurusan yang dia pilih.

Yupz, impian yang ingin dia wujudkan adalah “Dia Ingin Menjadi Penulis Hebat

Temen-temen di kontrakan menyarankan agar belajar pada saya, karena katanya saya itu pinter menulis haha

Si dia agak kurang percaya dan sedikit ragu akan saya, yaa maklumlah dia baru mengenal saya di kampus meski sebenarnya sudah ada di tempat yang sama sejak beberapa tahun yang lalu

Meski akhirnya dia akhirnya mau juga belajar sama saya 😉

Tapi yang paling penting anda tahu bahwa sebenarnya Saya sendiri juga tidak begitu bisa nulis dan saya sendiri masih belum menjadi penulis hebat.

Dan Sstt.. ini rahasia ya, so jangan bilang-bilang ya! 😉

Namun saya sendiri nggak ngerti kenapa temen-temen saya menganggap saya pinter nulis, padahal saya sendiri nggak jago nulis

Tulisan saya juga nggak pernah nongol di media nasional.

Saya sedikit mengira-ngira, mungkin saja temen-temen saya sering membaca curhat saya di blog ini hehe, padahal sebenarnya tulisan di blog ini berantakan haha.

Tapi, it’s oke, nggak masalah. Orang mau belajar masak nggak mau diterima, apalagi kita punya sedikit kemampuan di bidang itu hehe

Akhirnya saya mulai dengan jurus maut saya haha

Jurus Maut apaan?

Yess, Jurus ini hanyalah kalimat yang sering dipake saya di awal pembicaraan, kalimatnya seperti ini.

Saya Sebenarnya Tidak Bisa Menulis, Tulisan Saya Belum Pernah Dimuat Di Media Cetak, Dan Meski Begitu, Saya Bisa Membuat Kamu Menjadi Penulis Hebat” hahaha

Akhirnya dia benar-benar mau belajar menulis sama saya, orang yang sebenarnya juga belum menjadi penulis hebat hehe.

Karena tetep mau belajar sama saya, maka saya langsung memulai pertemuan pertama

Diawali dengan mindset atau pola pikir bagaimana menjadi penulis dan bagaimana belajar menulis, bagaimana seluk beluk dunia kepenulisan dan lain sebagainya.

Kemudian saya memberikan tugas kepada dia agar dia meluangkan waktunya 20 menit perhari

10 menit sebelum tidur dan 10 menit di pagi hari, 20 menit ini digunakan untuk menulis apapun yang ingin dia tulis, dan pada saat 20 menit ini tidak boleh ada gangguan apapun.

Lalu saya bilang ke dia, “Jika kamu konsisten melakukan ini, maka satu bulan kedepan kamu akan merasakan perubahannya, Nanti saya berikan materi-materi lanjutan, yang terpenting kamu melakukan tugas ini dulu

Dan ternyata setelah itu Saya melupakannya, saya tidak pernah mengurus temen saya ini

Meski sering bertemu, saya tidak pernah menanyakan apakah dia melakukan tugas yang saya berikan atau tidak, karena saya direpotkan oleh kesibukan saya hingga sebulan berlalu.

Dan saya benar-benar lupa akan keinginan temen saya ini.

Yupz, hingga sebulan berlalu.

Dan pagi tadi, adalah waktu yang benar-benar mengharukan bagi saya.

Yess, sebelum menulis tulisan ini, temen saya ini datang lagi kepada saya dengan wajah serius (biasanya kami selalu bercanda ketika bertemu), Lalu dia bilang pada saya seperti ini.

Saya ingin belajar pengembangan“, jujur saya bingung mendengarnya dan entah kenapa saya teringat akan mimpinya dulu menjadi penulis

Lalu saya bertanya, “Pengembangan apa? Terus yang kemaren untuk menjadi penulis bagaimana?”

Dan jawabannya benar-benar membuat saya terharu.

Berikut jawabannya, “Iya, saya telah melakukan apa yang kamu sarankan, saya sudah menulis setebal 150-an halaman, bahkan saya sudah memulai dengan buku yang baru dan saya ingin belajar bagaimana mengembangkannya

Jujur, saya terdiam mendengar jawabannya.

Dia, yang tanpa seorangpun yang mendukungnya, masih terus berjuang tanpa lelah untuk terus belajar, meski sudah diabaikan oleh saya haha.

Saya sendiri nggak bisa membayangkan bagaimana semangatnya, bagaimana perjuangannya, meskipun tidak seorangpun yang mendukungnya untuk mewujudkan impiannya.

Kemudian, saya memberikan materi-materi seperti yang dia inginkan, dan itu membuat saya lebih semangat lagi untuk belajar.

Dan saya yakin Insyaa Allah dia bisa mewujudkan impian besarnya Amin!

Apa pelajaran yang didapatkan dari cerita di atas?

Untuk mewujudkan impian besar kita, salah satunya adalah pantang menyerah, apapun yang terjadi, meski tidak ada seorangpun yang mendukungnya.

Dan ternyata banyak sekali yang punya impian besar, awalnya semangatnya membara luar biasa, tapi baru beberapa hari saja loyo lagi. Iya Nggak?

Baca Juga, Klik ==> Tidak Ada Keinginan Yang Tidak Tercapai, Yang Ada Hanyalah…

Dan Jika anda ingin mengetahui rahasia bagaimana meningkatkan semangat dan mempertahankan semangat hingga kita ada di puncak impian

Saya sarankan anda untuk menonton 23 Video Senjata Motivasi Instan, Senjata ini dibuat oleh Mas Rahmat, Salah seorang motivator muslim di Indonesia. Silahkan Download Video Tersebut Disini.

Oke, Sobat. Mungkin hanya itu yang bisa saya share pada tulisan kali ini, Semoga bisa menginspirasi anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + nineteen =